YAHUKIMO — Seorang warga pemilik kios berinisial IA (48) menjadi korban penikaman ketika listrik padam di Jalan Telkomsel, Kompleks Telkomsel, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Polisi kini memburu tiga orang yang diduga terlibat sekaligus mendalami kemungkinan keterkaitan mereka dengan kelompok bersenjata Kodap XVI Yahukimo.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 17 September 2026, sekitar pukul 18.40 WIT. Berdasarkan keterangan awal korban kepada penyidik, seseorang mendatangi kios dengan alasan hendak membeli barang ketika kawasan sekitar sedang mengalami pemadaman listrik. Saat IA menghampiri orang tersebut, korban kemudian diserang menggunakan senjata tajam.
Serangan itu menyebabkan IA mengalami tiga luka tusuk. Dua luka terdapat pada tangan atau lengan kiri, sedangkan satu luka lainnya berada di bagian rusuk kiri. Korban kemudian mendapatkan pertolongan medis dan menjalani perawatan di RSUD Dekai dalam kondisi sadar.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan korban sempat melihat sejumlah ciri orang-orang yang berada di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan korban, tiga orang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Mereka antara lain disebut memiliki ciri bertubuh kecil dan mengenakan celana pendek.
Kepolisian belum menetapkan ketiga orang tersebut sebagai tersangka ataupun memastikan identitas mereka. Penyidik masih membandingkan keterangan korban dan saksi dengan barang bukti serta hasil olah tempat kejadian perkara.
Polres Yahukimo telah menerbitkan Laporan Polisi Nomor LP/B/50/IX/2026/SPKT/Polres Yahukimo/Polda Papua tertanggal 17 September 2026. Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi serta mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Polisi Temukan Bercak Darah dan Amankan Baju
Dalam olah TKP pada Jumat, 18 September 2026, polisi mengidentifikasi sejumlah titik yang dinilai berkaitan dengan penikaman, termasuk posisi korban dan posisi tiga orang yang menurut keterangan IA diduga terlibat dalam serangan.
Penyidik juga menemukan sejumlah bercak darah di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, satu lembar baju lengan pendek diamankan untuk diperiksa karena diduga mempunyai kaitan dengan perkara tersebut.
Barang bukti dan hasil olah TKP tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk merekonstruksi bagaimana penyerangan terjadi sekaligus mengidentifikasi para pelaku.
Kepolisian juga mendalami informasi mengenai kemungkinan keterlibatan KKB Kodap XVI Yahukimo. Namun, aparat menegaskan dugaan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan penyidikan.
“Untuk informasi mengenai kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu, masih kami dalami,” kata Yusuf. Ia menegaskan penyidik perlu memastikan kesesuaian antara keterangan saksi, temuan di TKP, dan barang bukti sebelum menentukan pihak yang bertanggung jawab.
Warga Sipil Diserang Saat Menjaga Kios
Peristiwa tersebut kembali menempatkan warga sipil dalam posisi rentan di tengah persoalan keamanan di Yahukimo. IA bukan personel keamanan ataupun pihak yang sedang terlibat dalam kontak bersenjata. Saat kejadian, korban berada di tempat usahanya dan menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai pemilik kios.
Modus mendatangi kios dengan alasan membeli barang sebelum korban diserang, sebagaimana keterangan awal korban kepada polisi, menjadi salah satu bagian yang kini didalami penyidik. Serangan dilakukan saat kawasan sekitar berada dalam kondisi gelap akibat listrik padam.
Jika penyelidikan kemudian membuktikan adanya keterlibatan anggota kelompok bersenjata, kasus tersebut akan menambah daftar tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil yang dikaitkan aparat dengan jaringan bersenjata di wilayah Yahukimo. Namun, kesimpulan mengenai pelaku tetap menunggu hasil penyidikan kepolisian.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani menegaskan penanganan kasus akan mengacu pada fakta dan alat bukti yang diperoleh penyidik. Menurut dia, setiap kejadian harus ditangani secara profesional dan terukur.
Hingga Minggu, 20 September 2026, aparat masih memburu tiga orang yang diduga terlibat. Penyelidikan juga terus dikembangkan untuk memastikan identitas pelaku, motif penyerangan, serta ada atau tidaknya hubungan mereka dengan KKB Kodap XVI Yahukimo.
Penikaman terhadap IA menunjukkan kembali dampak nyata kekerasan terhadap masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas sipil. Bagi aparat, pengungkapan pelaku menjadi penting bukan hanya untuk mempertanggungjawabkan serangan tersebut secara hukum, tetapi juga untuk memberikan kepastian keamanan kepada masyarakat yang bekerja dan mencari nafkah di Distrik Dekai.